P. Raya

Porsi Makan MBG Mengecil Imbas Ramadan: Menu Tak Sesuai?

Palangka Raya – Program makan bergizi gratis merupakan salah satu janji kampanye presiden Prabowo Subianto yang resmi dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2025 kemarin. Dalam pelaksanaannya, MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan menurunkan kasus stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Tentunya hal ini sangat bagus mengingat angka stunting di Indonesia pernah tinggi pada tahun 2013-2018. Begitu terlaksananya program MBG ini banyak anak-anak terbantu dalam pemenuhan gizi mereka. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) resmi mengumumkan hasil Survei Status Gizi (SSGI) tahun 2024 mencatat adanya penurunan prevalensi stunting  nasional, dari 21, 5% pada 2023 menjadi 19,9% pada 2024.

Akan tetapi, di beberapa daerah di Indonesia mengeluhkan adanya beberapa kasus keracunan akibat MBG. Insiden naas tersebut beberapa kali terjadi di beberapa wilayah karena kelalaian pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjaga kualitasnya.

Belum selesai dengan konflik-konflik tersebut, kini menu MBG berubah menjadi jajanan ringan imbas Ramadan. Hanya saja porsi jajan tersebut dinilai kurang sesuai dengan standar pemenuhan gizi setiap anak.

Jika dilihat lebih lanjut, bukti dokumentasi dari salah satu siswa di SMPN 6 Palangka Raya pada hari Rabu, 4 Maret 2026 hanya menunjukkan satu buah roti yang mungkin seharga dua ribuan, puding campuran buah naga dalam cup kecil, dua buah pentol bumbu kecap dan olahan kedelai yang cukup berminyak.

Seharusnya pemerintah bisa lebih tegas dalam memantau kinerja pihak satuan pemenuhan pelayanan gizi yang bertugas mengatur gizi anak-anak Indonesia bukannya angkat tangan dan meminta semua pihak untuk menerima apa adanya. Banyak pihak yang merasa jika porsi yang diberikan tidak sebanding dengan harga yang dibayarkan.

Oleh karena itu, masyarakat mengharapkan pemenuhan kualitas dan kuantitas yang mumpuni dari menu MBG Ramadan kali ini. Pemerintah juga perlu terbuka terkait anggaran dana yang telah dikeluarkan untuk pemenuhan gizi ini agar masyarakat bisa tahu kesesuaian dari hasil yang diperoleh.

(Viaini Nur Faidah)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments