Palangka Raya - Rumah betang adalah rumah adat suku Dayak di Kalimantan Tengah yang memiliki ciri khas bentuk yang memanjang diandingkan rumah adat lainnya. Selain itu, desain dari rumah betang sendiri dibuat dengan kamar yang banyak untuk keluarga. Desain ini melambangkan adanya hubungan kekerabatan dan gotong-royong dari sanak saudara serta solidaritas yang terus dijaga lewat ruang bersama.
Secara singkat, filosofis dari rumah betang sendiri dapat diartikan sebagai pandangan hidup manusia untuk bisa hidup berdampingan dengan cara saling menjaga satu sama lain, saling mengisi ruang yang berarti saling terbuka dengan sanak saudara, keselarasan alam yang dibuktikan dengan memanfaatkan hasil hutan untuk membangun rumah betang, sehingga betang turut mengingatkan bahwa manusia juga mengikut sertakan alam dalam kehidupan bukannya menakhlukkan.
Mengetahui jika filosofis rumah betang ini sangat sakral dan tentunya bisa menjadi acuan bagi kita semua, khususnya generasi muda untuk bisa menjaga warisan-warisan dari budaya kita, terutama rumah betang itu sendiri. Terlihat jika replika rumah betang yang terletak di jalan Temanggung Tilung XIII mengalami beberapa kerusakan yang cukup parah, terutama di bagian atapnya. Nampak lubang menganga cukup besar diatas sana.
Kawasan ini juga tampaknya cukup sepi pengunjung karna replika rumah betang ini juga terlihat dibiarkan begitu saja dan tidak dirawat oleh pihak-pihak terkait. Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, replika rumah betang ini bisa saja dijadikan tempat wisata untuk mengenalkan anak-anak muda tentang bentuk asli rumah betang beserta makna filosofis dibaliknya untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal kita.
Dengan demikian, adanya replika rumah betang itu jika berhasil dikelola oleh pihak UPT pariwisata, maka replika itu bisa kembali hidup dan tentunya bermanfaat untuk menambah kebanggan budaya lokal dan pengetahuan bagi para setiap pengunjung yang datang kesana.
(Viaini Nur Faidah)
0 Comments