P. Pisau

Banjir Meninggi, Jalan Trans Kalimantan Penda Barania Ditutup Sementara

PULANG PISAU - Debit air yang merendam beberapa wilayah di Kecamatan Banama Tingang saat ini cenderung mengalami penurunan. Namun saat ini banjir bergeser ke Kecamatan Kahayan Tengah. 

“Debit air di Kecamatan Kahayan mengalami kenaikan," kata Kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Operasi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Tekson.

Ia mengungkapkan, ketinggian debit air yang merendam ruas jalan trans Kalimantan, tepatnya di Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Pulpis, pada Minggu (12/9) yakni dengan ketinggian 70 centimeter (Cm) hingga 1 meter (M) dengan panjang 3 kilometer (Km).

Melihat kondisi itu, penyekatan pun dilakukan dari arah Kota Palangka Raya menuju ke Kabupaten Gunung Mas atau ke Buntok dan dari arah sebaliknya.

“Penutupan sementara dilakukan untuk pengguna kendaraan roda empat dan lainnya,” ucap Tekson. 

Khusus untuk kendaraan roda dua maupun penumpang mobil pribadi dan travel tetap bisa dilanjutkan dengan menggunakan perahu getek atau kelotok.

“Penutupan ini di lakukan sampai tingkat kedalam atau level kondisi air di lokasi banjir pada titik 30 centimeter,” ungkap Tekson.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap waspada dalam menghadapi banjir musiman ini.

“Masyarakat yang akan melintas ruas jalan tersebut kami imbau untuk berhati hati. Begitu juga yang menggunakan perahu atau kelotok. Hindari untuk melintasi daerah lokasi banjir mulai x pukul 17.00 hingga pukul 05.00 WIB," pintanya. 

Tekson mengaku, petugas terus berjaga juga di lokasi banjir yang merendam ruas jalan tersebut.

"Kita berharap air semakin surut sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Kapolsek Kahayan Tengah, Iptu Rozikin. Ketinggian air saat ini, sebut Rozikin, pada titik terdalam telah mencapai satu meteran.

Penutupan itu, lanjut Rozikin, diberlakukan bagi kendaraan roda empat, khususnya jenis minibus atau mobil kecil. Namun demikian, untuk kendaraan besar, seperti roda 6 atau lebih, juga diminta untuk menunda sementara waktu meneruskan perjalanannya melewati ruas yang banjir. 

"Kami imbau untuk tidak melintas dulu sementara waktu. Karena sekarang kondisinya tidak memungkin kan untuk dilewati. Maka dari itu diberlakukan penyekatan," tambahnya.

 

(Antang)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments