Kalteng

Disdik Sekadau Larang Siswa Main Lato-Lato Di Sekolah

SEKADAU  - Salah seorang anak di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, harus menjalani operasi mata akibat bermain lato-lato. Dampak dari permainan tradisional ini menjadi perhatian banyak pihak, salah satunya dinas pendidikan (disdik) Kabupaten Sekadau. 

Menyikapi dampak dari permainan lato-lato, dinas pendidikan Kabupaten Sekadau mengeluarkan surat edaran terkait larangan bermain lato-lato di sekolah. Kebijakan ini diambil untuk mencegah terjadinya korban seperti yang terjadi di Kubu Raya.  

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Sekadau, Fran Dawal, mengatakan hari ini pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait larangan bermain lato-lato di sekolah. Dalam surat edaran tersebut, pihaknya juga menyampaikan imbauan terkait kesehatan kantin di lingkungan sekolah. 

Fran dawal mengatakan permainan lato-lato memiliki sisi positif dan negatif. Di sisi positif, kata dia, permainan lato-lato membuat anak-anak bisa melupakan handphone. 

Sedangkan, di sisi negatifnya permainan ini dapat menimbulkan risiko yang cukup berbaya bagi anak yang memainkannya. Untuk itu, kata Fran Dawal, perlunya pengawasan yang dilakukan para orang tua ketika anaknya bermain lato-lato di rumah. 

Untuk di lingkungan sekolah, Frans dawal meminta para guru proaktif mengawasi siswa agar tidak bermain lato-lato di lingkungan sekolah. Ia juga meminta guru untuk memberikan imbauan kepada siswa agar tidak membawa lato-lato ke sekolah.

Menurut fran dawal fenomena permainan lato-lato ini sangat luar biasa. Mengingat adanya risiko dari permainan tersebut, fran dawal mengajak para guru dan orang tua untuk mengawasi anak-anak saat bermain lato-lato. 

Apalagi saat ini, kata fran dawal, pihaknya sedang berfokus meningkatkan pemberdayaan guru-guru. Ia pun berharap para guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk viralnya permainan lato-lato ini guna mencegah kembali jatuhnya korban . 

(Yahya Iskandar)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments