P. Pisau

Masyarakat Pulpis Keluhkan Penundaan PTM Terbatas

PULANG PISAU - Penundaan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau (Disdik Pulpis) membuat sejumlah orang tua murid mengeluh.

Pasalnya, beberapa orang tua murid telah mengeluarkan biaya yang cuku besar dalam mendukung keperluan anak untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah.

Salah satunya Mama Nisa, ia mengaku mendukung anaknya kembali belajar di Sekolah, Bahkan bukti dukungannya ia berikan dengan membeli pelengkapan sekolah baru baik itu seragam sekolah, buku-buku, alat tulis dan peralatan lainnya.

Namun sebelum semuanya digunakan, Dinas Pendidikan Pulpis telah membatalkan atau menunda rencana PTM terbatas itu tanpa batas waktu yang ditentukan.

"Saya sudah beli seragam baru, karena seragam lama sudah tidak muat, juga membeli buku dan peralatan sekolah lainnya, tau-tau sekolahnya batal,” keluhnya.

Sementara Indu Iruy juga mengungkapkan hal sama. Dia bahkan menyisihkan waktu ke Kuala Kapuas untuk membeli peralatan sekolah anaknya.

“Yang kami sesalkan kenapa penundaannya mendadak, apa alasannya tidak jelas,” ujar Indu Iruy.

Terpisah Ketua Komisi I DPRD Pulpis Tandean Indrabella saat dihubungi rekan media mengaku terkejut mendapat kabar penundaan sementara PTM Terbatas.

Padahal menurut pihaknya yang turut serta memantau pelaksanaan ujicoba atau simulasi yang dilaksanakan sejak 14 September 2021 PTM Terbatas berjalan dengan baik.

"Saya tida tahu alasan mereka (satgas) memberhentikan sementara PTM, apakah ada kasus baru di sekolah atau instruksi pusat terkait kasus-kasus di  Jawa. Tapi kami menilai selama berjalan seminggu kemarin sudah berjalan baik," ucap Tandean saat dihubungi.

Untuk mencari alasan penundaan tersebut, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Satgas Covid 19 Pulpis.

Melalui mendia ini ia juga menyarankan kepada Disdik/Satgas memastikan pelaksanaan PTM sesuai ketentuan yang ada, dan harus ada ketegasan menentukan dilaksanakan apa tidak PTM Terbatas sesuai kaadaan sebenarnya.

"Sementara kita akan mencari informasi dulu dan melihat perkembangan. Dan Saran kepada Disdik/Satgas agar memastikan pelaksanaan PTM sesuai ketentuan yang ada, dan harus ada ketegasan berdasarkan kondisi setempat boleh atau tidak dilaksanakan PTM jangan berpatokan dengan daerah lain (apalagi temakan berita hoax) karena setiap daerah memiliki kondisi berbeda, butuh kebijakkan berbeda," tutupnya.

 

(Antang)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments