P. Pisau

Penurunan Pembudidaya Ikan di Pulang Pisau: Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kesadaran Masyarakat

PULANG PISAU - Berkurangnya jumlah masyarakat nelayan yang memanfaatkan keramba sungai sebagai sarana budidaya ikan disebabkan oleh adanya indikasi pencemaran lingkungan di sekitar sungai. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Pulang Pisau, Yudady Ismael, dihadapan awak media.

Penurunan hasil budidaya ikan ini secara signifikan diduga kuat disebabkan oleh kualitas air sungai yang memburuk, sehingga membuat minat para pembudidaya ikan untuk memanfaatkan jalur sungai melalui sistem keramba alamiah menjadi berkurang karena bisa dipastikan akan berdampak pada kegagalan .

Tegas ia mengatakan, "Bisa dipastikam buruknya kualitas air sungai kita sudah tercemar akibat kerusakan lingkungan yang terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja, dan hal ini berdampak pada produktivitas bagi pembudidaya ikan itu sedniri, sehingga jikapun dipaksakan bisa dipastikan akan mengalami kegagalan dan kergian nantinya," ungkapnya miris.

Indikasi ddari pencemaran air sungai adalah adanya limbah dari perusahaan-perusahaan yang terbawa hanyut ke perairan sungai besar seperti DAS Kahayan, ddan hal ini tentunya sangat berdampak merugikan, karena pencemaran air sungai ini menjadi kendala utama bagi kesuburan dan perkembangbiakan ikan," tambahnya.

Ia juga menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pemilihan alat tangkap yang sesuai dengan aturan pemerintah, seperti disetrum dan diracun. Yang tentunya berbalik akan merugikan masyarakat itu sendiri kedepannya jika masih terus menerus ddilakukan dan tidak dikendalikan.

(Marselinus)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments