Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan tidak akan ada pengurangan jam belajar di sekolah. Kebijakan ini ditegaskan sebagai komitmen untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter siswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa arahan tersebut merupakan kebijakan langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah.
“Bapak Gubernur menginginkan tidak ada pengurangan jam belajar. Justru kegiatan ekstrakurikuler harus lebih dimasifkan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, seluruh warga sekolah diminta untuk mematuhi kebijakan tersebut. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa dukungan anggaran di sektor pendidikan tetap memadai, sehingga hak-hak siswa dalam memperoleh layanan pendidikan tidak terganggu.
“Alokasi anggaran untuk pendidikan masih mampu, jadi tidak ada alasan untuk mengurangi jam belajar,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini secara khusus berlaku di sektor pendidikan. Sementara untuk instansi lain, penyesuaian dilakukan sesuai kebijakan Gubernur di masing-masing bidang.
Selain itu, Pemerintah Provinsi juga tidak menghendaki adanya pengurangan hari belajar, seperti penambahan hari libur atau penerapan pembelajaran daring secara penuh.
“Secara kesiapan sebenarnya bisa saja dilakukan pembelajaran online, tetapi Bapak Gubernur tidak menginginkan itu. Pembelajaran tetap harus tatap muka,” tegasnya.
Pembelajaran langsung di sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, yang tidak dapat sepenuhnya tergantikan oleh sistem daring.
Dengan kebijakan ini, diharapkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah semakin meningkat, baik dari sisi akademik maupun pembinaan karakter generasi muda,"Pungkasnya.
(Era Suhertini)
0 Comments