P. Raya

Operasi Modifikasi Cuaca dengan penambahan inti kondensasi awan

PALANGKA RAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah Upaya ini dilakukan dengan menambah kondensasi di dalam awan sehingga proses terjadinya hujan menjadi lebih cepat dan pencegahan kebakaran lahan gambut dapat di mitigasi.

Kepala Sub Kelompok Kerja BRGM Kalteng, Davit Purwodesrantau, memberikan keterangan bahwa kondisi lahan gambut di Kalimantan Tengah masih relatif aman, namun operasi ini penting untuk meningkatkan tinggi muka air di gambut dan mempertahankan kelembabannya.

Data menunjukkan bahwa wilayah Kalimantan Tengah, terutama Kabupaten Katingan, Seruyan, dan Kapuas, mengalami kebakaran hutan dan lahan terbanyak sejak awal Januari 2024. Puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2024 menambah urgensi pelaksanaan OMC ini.

Operasi ini dikendalikan dari Pos Komando di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya oleh TNI AU Skadron Udara 16 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, dengan kerja sama antara BMKG dan TNI AU untuk memastikan efektivitas dan keberhasilan modifikasi cuaca di wilayah yang rawan karhutla.

Davit Purwodesrantau menekankan pentingnya menjaga tinggi muka air gambut sesuai dengan peraturan agar tidak mudah terbakar. Saat ini, kondisi kelembaban lahan gambut di Kalimantan Tengah masih di atas 0,4 meter, yang dianggap aman. Namun, langkah preventif ini diambil untuk memastikan kesiapan menghadapi bencana di masa mendatang. Daerah-daerah di Kalimantan Tengah, termasuk hampir semua kabupaten, memiliki potensi kebakaran yang tinggi karena menyediakan bahan bakar yang menyebabkan kebakaran.

(Hariri)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments