Berita Lain
news
P. Raya

Tempat Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai Sepi Pengunjung Imbas Ramadan

Palangka Raya – Wisata air hitam Kereng Bangkirai merupakan salah satu wisata populer yang terletak di kelurahan Sebangau, kota Palangka Raya. Wisata ini menyuguhkan pemandangan air hitam khas Kalimantan yang dipadukan dengan berbagai fasilitas wahana yang menunjang daya tarik pengunjung.

Adapun salah satu wahana yang digemari para pengunjung antara lain adalah perahu bebek air. Dengan adanya wahana tersebut, pengunjung dapat mengelilingi kawasan ekowisata dengan mengayuhnya diatas air bersama teman maupun sanak keluarga. Tentunya ini adalah pilihan yang tepat ketika ingin mengunjungi sebuah destinasi wisata air.

Akan tetapi, pada bulan Ramadan ini, daya tarik wisata air hitam Kereng Bangkirai sepi pengunjung. Hal itu karna masyarakat lebih berfokus pada kegiatan ibadah dan persiapan mudik, bukan berwisata. Masyarakat juga tampaknya antusias dalam memburu takjil berbuka puasa ketimbang berkunjung ke tempat wisata-wisata lainnya.

Saat ini wisata air hitam sebangau juga terlihat sepi pengunjung Terlihat wahana perahu bebek air juga mengalami penurunan pengunjung cukup derastis. Meskipun demikian, biasanya pengunjung akan kembali melonjak setelah libur Idul Fitri nanti.

(Viaini Nur Faidah)

news
Kalteng

Larangan Memberi Uang pada Pengemis: Membangun Kesadaran dan Kemandirian

Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kota Palangka Raya mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis jalanan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi gangguan keselamatan berlalu lintas dan membantu pengemis memulai kehidupan yang lebih baik.

Memberikan uang kepada pengemis mungkin terlihat sebagai tindakan kemanusiaan, namun nyatanya dapat membuat mereka bergantung pada belas kasihan orang lain. Peraturan Daerah Kalteng Nomor 5 Tahun 2021 dan Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 5 Tahun 2024 melarang pemberian uang kepada pengemis.

Pemerintah berharap masyarakat memahami bahwa tindakan ini bertujuan untuk membantu pengemis memulai kehidupan baru dengan mencari pekerjaan yang layak, bukan bermodalkan rasa kasihan. Banner larangan memberi uang kepada pengemis telah dipasang di sudut-sudut lampu merah kota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam membangun kesadaran dan kemandirian, serta membantu pengemis menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

(Viaini Nur Faidah)

news
Barut

Lima Raperda Diajukan Pemkab, Perencanaan Strategis dan Pedoman Utama Pembangunan Daerah

Muara Teweh - Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin menegaskan tentang peran penting lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai pendukung arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan H Shalahuddin saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Barut dalam rangka penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda di Ruang Paripurna DPRD setempat, Muara Teweh, Senin (2/3).

Menurutnya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 menjadi dokumen perencanaan strategis yang akan menjadi pedoman utama pembangunan daerah.

“Begitu pula dengan Raperda, yang menyentuh aspek kesetaraan gender, penataan perumahan dan permukiman hingga penguatan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut mengapresiasi pandangan umum yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD sebagai bentuk sinergi antara eksekutif dan legislative.

“Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan regulasi yang komprehensif, aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Barut,” katanya.

Rapat Paripurna kali ini dipimpin Ketua DPRD Barut, Hj Mery Rukaini yang dihadiri Wakil Ketua II DPRD, Hj Henny Rosgiaty Rusli, anggota DPRD, Sekretaris Daerah (Sekda), Muhlis serta untuk FKPD, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda dan kepala perangkat daerah.

Ketua DPRD Barut, Hj Mery Rukaini pada kesempatan tersebut mengatakan, pandangan umum fraksi merupakan bagian penting dari proses pembahasan untuk penyempurnaan substansi Raperda sebelum memasuki tahapan selanjutnya.

“Paripurna kali ini menjadi momentum strategis untuk menyampaikan pandangan, masukan serta catatan dari masing-masing fraksi terhadap lima Raperda yang diajukan,” katanya.

Lima Raperda yang dibahas kali ini masing-masing Raperda tentang RPJMD Barut 2025-2029, Raperda Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Daerah, Raperda Petunjuk Pelaksanaan Penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan dan Permukiman, Raperda Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, serta Raperda Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.

Diharapkan, seluruh proses pembahasan berjalan konstruktif demi menghasilkan regulasi yang berkualitas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. 

(MARDEDI)

news
P. Raya

Ciptakan Rasa Aman di Bulan Ramadan, Polresta Palangka Raya Laksanakan Pengamanan Tarawih di Masjid Nurul Iman

Palangka Raya - Guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan, Polresta Palangka Raya melaksanakan pengamanan ibadah salat Tarawih di Masjid Nurul Iman.

Pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel di area depan masjid, pintu masuk, hingga lokasi parkir kendaraan jamaah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan serta untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dan lancar.

“Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, agar jamaah dapat beribadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan,” ungkap Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Perwira Pengendali Ipda Bayu W. Sakti, Senin (2/3/2026).

Selain melakukan penjagaan, personel juga menyampaikan imbauan secara humanis kepada jamaah untuk memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan pribadi.

Dengan kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, suasana Ramadan diharapkan tetap damai dan penuh kebersamaan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman. 

(Era Suhertini)