Berita Lain
news
P. Raya

Perangi Knalpot Brong, Polsek Bukit Batu Hampiri Rumah Warga di Sei Gohong

Palangka Raya - Dalam rangka menjaga kenyamanan dan ketertiban masyarakat, personel Polsek Bukit Batu melaksanakan sambang ke rumah warga di Kelurahan Sei Gohong guna menyampaikan edukasi terkait larangan penggunaan knalpot brong.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis yang kerap menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, personel berdialog langsung dengan warga dan mengimbau agar tidak menggunakan maupun mendukung penggunaan knalpot brong pada kendaraan bermotor.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dengan tidak menggunakan knalpot brong karena dapat mengganggu kenyamanan warga lainnya,” ujar Hafiizh, Rabu (13/5/2026).

Selain memberikan edukasi, personel juga mengingatkan warga agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas serta menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut Kapolsek Bukit Batu, diharapkan tercipta suasana lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

(Era Suhertini)

news
Kalteng

Cetak Sawah dan Pendidikan Vokasi Pertanian Diperkuat, Kalteng Siapkan Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan

Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Vokasi dan Magang Mahasiswa pada lahan kegiatan cetak sawah di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan dihadiri Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Hermanto, MP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti, SP, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Prof. Dr. H. Mohamad Yusuf, S.Sos., M.AP, serta sejumlah kepala perangkat daerah dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan pertanian berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, saat ini pengembangan lahan cetak sawah di Kalimantan Tengah telah mencapai 31.414,83 hektare. Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas areal pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Namun pembangunan pertanian tidak hanya soal perluasan lahan. Kita juga membutuhkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, terampil, profesional, dan mampu menjawab tantangan pertanian modern,” ujar Rendy Lesmana.

Ia menambahkan, salah satu tantangan utama sektor pertanian saat ini adalah minimnya tenaga muda yang tertarik berkarier di bidang pertanian. Karena itu, kerja sama pendidikan vokasi dan magang ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda pertanian yang siap kerja dan mampu mengelola usaha tani secara modern.

Melalui konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembentukan Brigade Pangan, yakni kelompok tenaga kerja muda pertanian yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya menjadi dokumen administrasi semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengatakan Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan berkelanjutan.

Ia mengingatkan pesan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa Kalimantan Tengah merupakan masa depan Indonesia, terutama dalam sektor pangan dan pertanian.

“Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya program swasembada pangan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar Sabran.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya membutuhkan dukungan lahan dan sarana prasarana, tetapi juga sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan profesional.

Melalui pendidikan tinggi vokasi pertanian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat mencetak tenaga pertanian muda yang terampil, sekaligus mendukung pelaksanaan program cetak sawah di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.

(Era Suhertini)

news
Kalteng

Juni Gultom Pimpin Pergatsi Kalteng, Gateball Siap Dikembangkan hingga ke Sekolah dan Lansia

Palangka Raya - Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, S.T., M.TP, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pengprov Pergatsi) Kalimantan Tengah periode 2026–2030. Pelantikan berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Usai dilantik, Juni Gultom mengatakan dirinya siap menjalankan amanah untuk mengembangkan dan meningkatkan olahraga gateball di Kalimantan Tengah. Menurutnya, olahraga tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang karena dapat dimainkan oleh semua kalangan usia.

“Dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, saat ini baru dua daerah yang memiliki kepengurusan gateball, yaitu Kota Palangka Raya dan Barito Timur. Dengan pelantikan ini, kami akan memperkuat organisasi serta segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pengprov Pergatsi Kalteng juga telah mulai menyusun rencana kerja untuk memperluas pembinaan olahraga gateball di seluruh daerah di Kalimantan Tengah.

Juni Gultom menambahkan, gateball merupakan olahraga yang unik karena memadukan strategi, teknik, dan kerja sama tim. Olahraga ini disebutnya memiliki unsur permainan seperti catur dan golf, sehingga membutuhkan ketepatan, strategi, serta kekompakan antar pemain.

“Gateball ini bisa dimainkan semua usia, mulai dari anak SD, SMP, SMA, mahasiswa hingga lansia. Bahkan usia 80 tahun pun masih bisa memainkan olahraga ini,” katanya.

Terkait pelatih, ia memastikan Kalimantan Tengah sudah memiliki sejumlah pelatih gateball yang siap membantu pengembangan olahraga tersebut di berbagai daerah.

Melalui kepengurusan baru Pergatsi Kalteng, Juni Gultom berharap olahraga gateball semakin dikenal dan diterima masyarakat sebagai olahraga rekreasi maupun prestasi di Kalimantan Tengah.

(Era Suhertini)

news
Kalteng

Pemprov Kalteng, UMP Penandatanganan Nota Kesepakatan Pendidikan Vokasi dan Magang Dukung Program Cetak Sawah di Kalteng

Palangka Raya - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan penyelenggaraan pendidikan vokasi dan magang mahasiswa pada lahan kegiatan cetak sawah di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Istana Isen Mulang, rumah jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa (12/5/2026).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dalam penandatanganan nota kesepakatan penyelenggaraan pendidikan vokasi dan magang mahasiswa pada kegiatan cetak sawah di Provinsi Kalimantan Tengah.

Kerja sama ini dilakukan sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang berkualitas guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Dr. H. Mohamad Yusup mengatakan, pendidikan vokasi jurusan pertanian sangat diperlukan dalam mendukung persiapan program cetak sawah di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kebutuhan SDM yang memiliki kompetensi di bidang pertanian menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.

Ia menjelaskan, pihak kampus bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI yang diwakili oleh Dr. Ir. Hermanto serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti.

Melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya tersebut, diharapkan dapat menciptakan lulusan pertanian yang siap terjun langsung ke lapangan, khususnya dalam mendukung pengembangan lahan pertanian dan program cetak sawah di Kalimantan Tengah.

Selain itu, pembangunan pertanian yang berkelanjutan juga menjadi perhatian utama dalam program ini, sehingga pengembangan sektor pertanian tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mampu menciptakan SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya yang membuka Akademi Komunitas D1 pertanian untuk mendukung program cetak sawah rakyat di Kalimantan Tengah.

Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian bersama pihak universitas akan menyusun modul dan kurikulum pendidikan vokasi yang lebih menitikberatkan pada praktik lapangan dibanding teori di kelas. Para mahasiswa nantinya akan banyak belajar langsung di lapangan dengan didampingi para penyuluh pertanian sebagai mentor serta dosen dari universitas.

Menurutnya, program tersebut juga akan diarahkan pada penguatan keterampilan teknis dan sertifikasi kompetensi, sehingga kemampuan para peserta dapat diakui secara profesional. Konsep ini disebut mengadopsi pola pengembangan kompetensi seperti di Jerman, di mana keterampilan kerja dan pengalaman lapangan dapat memperoleh pengakuan setara jenjang pendidikan tinggi melalui sertifikasi kompetensi.

Ia berharap pendidikan dan pelatihan vokasi tersebut mampu memberikan semangat kepada putra-putri daerah Kalimantan Tengah untuk belajar dan bekerja di sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian.

Idha Widi Arsanti menambahkan, program pendidikan vokasi untuk cetak sawah rakyat baru pertama kali dilaksanakan di Kalimantan Tengah. Menurutnya, daerah tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama kawasan rawa yang luas, namun masih membutuhkan penguatan SDM pertanian yang memadai.

(Era Suhertini)