More News
news
Kalteng

Kurangnya Informasi, Warga Enggan Ikuti Rapid Test

PALANGKA RAYA - Seperti yang terjadi pada pelaksanaan rapid tes yang diadakan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan atau GTTP Covid-19 kota Palangkaraya, pada hari rabu (1-juli-2020) kemarin banyak para pelaku usaha dan warga yang enggan di rapid tes dengan berbagai alasan.

Rencananya rapid test massal ini akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 10 Juli nanti di setiap titik zona merah seperti Pasar Kameloh yang berada di jalan KS Tubun Kota Palangka Raya pun tidak luput dari pemeriksaan rapid test massal yang di lakukan petugas.

Menurut Rusdi pemilik toko salon di komplek pasar tersebut mengungkapkan saat petugas datang secara door to door banyak pedagang yang kabur melarikan diri saat akan dilakukan rapid test massal.

Untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan rapid test di beberapa zona merah tersebut tim liputan  mendatangi salah satu pasar besar yang ada di kota palangkaraya yakni kompleks pasar besar palangkaraya di Jalan Ahmad Yani.

Udin selaku pemilik toko di kompleks pasar tersebut secara umum mendukung kegiatan pelaksanaan rapid test yang di laksanakan pemerintah Kota Palangkaraya namun ia juga mengatakan  masih banyak masyarakat yang takut akan di periksa.       

(SAW)

news
Politik

DPRD Provinsi Kalteng Terima Kunker DPRD Provinsi Kalsel

PALANGKA RAYA - Kunjungan kerja DPRD Provinsi Kalsel ke DPRD Provinsi Kalteng ini dilaksanakan di ruang rapat gabungan kantor DPRD Kalteng dalam rangka sharing tugas dan fungsi komisi.

Kedatangan rombongan DPRD Kalsel ini disambut langsung oleh anggota DPRD Kalteng, yang dalam hal ini di ketuai oleh Kuwu Semilawati yang juga sekretaris komisi III DPRD Kalteng, didampingi dua anggota komisi I DPRD Kalteng Sirajul Rahman dan Irawati serta wakil ketua komisi I Mujahirin.

Kedatangan anggota DPRD Kalsel yang berjumlah 30 an orang ini terdiri dari komisi I, III dan komisi IV, dalam kesempatan tersebut ketua komisi I DPRD Kalsel menyebutkan point penting dari kunjungan kerja ini adalah sharing tentang masalah anggaran pendapatan belanja negara tahun 2021 dan tapal batas antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 

Di tempat yang sama DPRD Kalteng yang diketuai Kuwu Senilawati menyebutkan pihaknya akan membuat panitia khusus untuk membahas masalah tapal batas  antara Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terutama diwilayah Kuala Kapuas, Barito Kuala dan wilayah-wilayah lainnya yang berbatasan langsung antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

(MN)

news
Ekonomi

Usaha Anyaman Rotan di Kapuas Terdampak Covid-19

KAPUAS - Pandemi virus corona atau covid-19 membuat sektor ekonomi tak berjalan normal, tidak hanya industri besar pelaku usaha industri kecil menengah atau IKM pun terut merasakan dampaknya.

Salah satu usaha industri kecil menengah di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah yang turut merasakan dampak pandemi covid-19 adalah usaha kerajinan anyaman rotan.

Slamet owner UD Nabil Reihan Rotan desa Pulau Telo Baru Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas mengatakan selama pendemi covid-19 omset penjualan produk kerajinan rotan miliknya menurun drastis.

Menurunnya omset penjualan produk kerajinan rotan UD Nabil Reihan Rotan dikarenakan pemesanan dari berbagai daerah berkurang, yang biasanya pesanan empat sampai enam kali dalam satu bulan namun sekarang cuma satu kali pesanan.

Adapun berbagai jenis anyaman rotan yang diproduksi oleh UD Nabil Reihan Rotan desa Pulau Telo Baru Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas yaitu tikar, tas, keranjang sampah, kursi, topi, bingkai cermin dan beberapa jenis produk olahan anyaman rotan lainnya.

 

(IF)

news
P. Pisau

Presiden RI Siapkan Kalteng Sebagai Lumbung Padi Nasioanal

PULANG PISAU - Dengan menggunakan helikopter dari bandara Tjilik Riwut palangka raya, menteri pertanian republik indonesia Dr. H. Syahrul yasin limpo beserta jajarannya didampingi gubernur kalimantan tengah Sugianto Sabran beserta Danrem Panju Panjung, Kapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengunjungi kabupaten Pulang Pisa tepatnya di  desa belanti siam sebagai salah satu desa penghasil beras terbesar di wilayah Kalteng,

Kalteng di daulat sebagai  penyangga pangan bagi Provinsi Kalimantan Tengah, kunjungan ini juga dalam rangka menjalankan perintah dan arahan  Presiden RI  Joko Widodo yang menginginkan Kalteng mendapatkan perhatian khusus dalam optimalisasi sektor pertanian untuk menjadikan kabupaten pulang pisau sebagai salah satu lumbung padi nasional serta  menjadi satu pusat kekuatan ekonomi dalam program ketahanan pangan nasonal.

Kunjungan tersebut disambut langsung  Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo didampingi Wakil Bupati Pudjirustaty Narang,  Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pulang Pisau Yoppy Satriadi serta unsur Muspida lingkup pemerintah Kabupaten Pulang Pisau serta  masyarakat Desa Belanti Siam yang antusias menyambut rombongan menteri  pertanian yang berkunjung kedesa mereka.

Pada kunjungan menteri kali ini juga sekaligus melakukan  penanaman padi serentak secara simbolis oleh Menteri Pertanian, Gubernur dan Bupati Pulang Pisau, serta ibu ibu petani yang ada didesa Belanti Siam.

Usai melakukan tanam padi serentak secara simbolis Gubernur Kalimantan Tengah dalam pidato sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi  serta berterima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo atas perhatiannya kepada Provinsi Kalimantan Tengah khusunya kabupaten pulang pisau.  Gubernur juga menyampaiakn Pemprov Kalteng siap menjadi lumbung pangan bagi indonesia, salah satunya dengan menyediakan lahan pertanian dan mendukung program yang di gulirkan pemerintah pusat dan bersinergi dengan program daerah yang telah di laksanakan selama ini.

Disela sela sambutannya orang nomor satu di bumi tambun bungai ini menyelipkan doa terbaik bagi rombongan mentri pertanian Syahrul Yasin Limpo yang berkunjung ke Kalteng semoga membawa berkah bagi semua.

Dalam sambutannya menteri pertanian meyampaikan bahwa keberpihakan bapak Presiden Republik Indonesia kepada provinsi Kalimantan Tengah dan menjadikan kabupaten Pulang Pisau sebagai salah pusat ekonomi dari pangan yang di ada di indonesia. Dirinya berjanji akan membantu secara maksimal agar  program yang dicanangkan dapat berjalan secara optimal mengembangkan ekonomi dasar di Kalteng khususnya di bidang pertanian, mengingat pertanian  merupakan salah satu sektor yang di butuhkan oleh masyarakat tidak hanya lokal di Kalteng tetapi juga skala nasiona.

Kedepan inovasi dan pengembangan teknologi  sistem pertanian modern seperti food estate yang potensial diterapkan di bumi tambun bungai.

Kepada media  menteri pertanian mengatakan bahwa kedatangannya juga dalam rangka melakukan kordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah untuk menjadikan kalimantan tengah super proritas program ketahanan pangan nasional dimana akan memprioritaskan ketersedian lahan dan mengoptimalisasikan lahan yang ada

(HM)