Palangka Raya - Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menerima audiensi jajaran Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan di ruang kerja Pangdam XXII/Tambun Bungai, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan koordinasi antara TNI dan Bea Cukai dalam mendukung pelaksanaan tugas negara, khususnya di bidang pengawasan serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Dalam audiensi tersebut, Pangdam didampingi Asintel Kasdam XXII/Tambun Bungai Kolonel Inf Eka Ganta Chandra, S.I.P., M.I.P., serta Danpomdam XXII/Tambun Bungai Kolonel Cpm Didin Sofyannadin.
Sementara itu, rombongan Bea Cukai dipimpin Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Muhtadi, didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Palangka Raya Asep Komara, Kepala Kantor Bea Cukai Sampit Agus Dwi Setia Kuncoro, serta Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun Teguh Iman Subagyo.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak membahas pentingnya memperkuat koordinasi lintas instansi sebagai langkah strategis dalam mendukung pengawasan di wilayah Kalimantan, mencegah berbagai bentuk pelanggaran, serta menjaga kondusivitas daerah.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan bahwa Kodam XXII/Tambun Bungai berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi yang erat dengan seluruh instansi pemerintah, termasuk Bea Cukai, demi mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.
"Sinergi yang baik antarlembaga merupakan modal utama dalam mewujudkan keamanan wilayah dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," tegas Pangdam.
Menurutnya, kerja sama yang solid antarlembaga akan semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas masing-masing, sekaligus mendukung berbagai program pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Audiensi ditutup dengan pertukaran plakat sebagai simbol penghargaan dan komitmen memperkuat kerja sama antara Kodam XXII/Tambun Bungai dan Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan soliditas kedua institusi.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalimantan Tengah di Ruang Pangdam XXII/Tambun Bungai, Rabu (15/7/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain dihadiri jajaran PJU Polda Kalimantan Tengah, kegiatan ini juga diikuti oleh para Pejabat Utama Kodam XXII/Tambun Bungai serta para Komandan dan Kepala Badan Pelaksana (Dan/Kabalakdam) Kodam XXII/Tambun Bungai.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk semakin mempererat hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri, sekaligus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas wilayah Kalimantan Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang intensif, membangun sinergi yang solid, serta meningkatkan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Soliditas TNI–Polri dinilai menjadi kunci utama dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan program-program pembangunan di daerah.
Melalui silaturahmi ini, diharapkan hubungan harmonis antara Kodam XXII/Tambun Bungai dan Polda Kalimantan Tengah semakin kokoh, sehingga mampu terus bersinergi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, kondusif, dan stabil di Bumi Tambun Bungai.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Polsek Bukit Batu berpartisipasi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 5 Palangka Raya dengan memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA kepada peserta didik baru.
Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 5 yang berada di Jalan Masa, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu. Materi disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Bukit Batu kepada sekitar 80 siswa yang mengikuti MPLS.
"Edukasi sejak dini sangat penting agar para pelajar memahami bahaya penyalahgunaan NAPZA dan mampu menghindari berbagai bentuk pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan," tutur Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Bukit Batu IPDA Muhammad Hafiizh Ramadhan, Rabu (15/7/2026).
Dalam penyampaian materi, personel menjelaskan pengertian NAPZA, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan maupun masa depan, serta mengajak para siswa untuk berani menolak ajakan menggunakan narkoba dalam bentuk apa pun.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diikuti antusias para peserta MPLS. Melalui edukasi tersebut, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga diri dari penyalahgunaan NAPZA.
Polsek Bukit Batu berkomitmen terus mendukung dunia pendidikan melalui penyuluhan dan pembinaan kepada generasi muda sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palangka Raya menggelar Apresiasi UMKM Obat Bahan Alam dan Kosmetika Kalimantan Tengah, Sosialisasi BRIDGE, serta Rapat Pembinaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan potensi obat bahan alam berbasis kekayaan hayati Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Besar BPOM Palangka Raya, Rabu (15/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, BPOM juga menyerahkan sertifikat Nomor Izin Edar kepada sejumlah pelaku usaha obat tradisional. Salah satunya adalah produk Jamu PM "Pisit Mangapit" milik pengusaha asal Kabupaten Barito Timur, Nia Fitra, yang kini resmi mengantongi izin edar dari BPOM.
Nia Fitra mengungkapkan rasa syukur atas diterbitkannya Nomor Izin Edar BPOM untuk produk herbal yang telah lama dikembangkannya.
"Alhamdulillah, hari ini kami bisa berada di Kantor Balai Besar BPOM Palangka Raya untuk menerima sertifikat Nomor Izin Edar produk kami. Ini adalah kebahagiaan sekaligus hasil dari perjuangan yang telah kami lalui," ujar Nia usai menerima sertifikat.
Menurutnya, Jamu PM "Pisit Mangapit" merupakan ramuan herbal yang dibuat dari bahan-bahan alami, seperti kunyit, jahe, serta berbagai rempah pilihan lainnya yang seluruh komposisinya telah dicantumkan pada label kemasan.
Produk tersebut dapat dikonsumsi oleh pria maupun wanita mulai usia remaja hingga dewasa, dengan pengecualian bagi ibu hamil.
Nia menuturkan, usaha jamu yang dirintisnya telah berjalan cukup lama. Namun, produk Jamu PM mulai dikenal luas masyarakat setelah viral pada tahun 2021 dan hingga kini tetap diminati karena manfaatnya yang dirasakan oleh para konsumen.
"Alhamdulillah masih bisa bertahan sampai sekarang karena manfaatnya dirasakan masyarakat dan membawa banyak kebaikan," katanya.
Ia berharap, dengan diterbitkannya izin edar BPOM, kepercayaan masyarakat terhadap produknya akan semakin meningkat karena telah memenuhi aspek legalitas, keamanan, dan mutu.
"Harapan kami, masyarakat semakin percaya karena produk ini sudah legal. Semoga produksi meningkat, daya beli masyarakat juga bertambah, sehingga dapat menggerakkan perekonomian para pelaku usaha dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi," ujarnya.
Selain berdampak pada pertumbuhan usaha, Nia berharap produk herbal yang diproduksinya dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.
"Semoga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, kesehatan masyarakat semakin baik, dan produk ini bisa membantu sesuai khasiatnya," tutupnya.
(Era Suhertini)