Berita Lain
news
Kalteng

Kunker Ke Mapolres Gumas, Kapolda Kalteng Sampaikan Arahan

GUNUNG MAS - Dalam kunjungan kerja (Kunker) di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kapolda Kalteng Irjen. Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., berkesempatan menggelar pertemuan bersama jajaran Polres Gumas.

Dalam pertemuan di aula Patriatama 95 Mapolres Gumas, Kapolda Kalteng menyampaikan beberapa arahan penting.

Kapolda Kalteng Irjen. Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., mengharapkan seluruh jajaran Polres Gumas bisa memberikan kinerja terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

“Seluruh personel saya minta untuk selalu semangat dan meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas sehari-hari terlebih lagi tugas kemanusiaan," kata Kapolda kalteng.

Lanjutnya, ia menekankan jangan sampai ada pelanggaran disiplin terutama penyalahgunaan narkoba.

“Apabila ada personel yang terlibat, maka akan ditindak dengan tegas tanpa toleransi,” tegasnya. 

Dikesempatan yang sama Kapolda Kalteng Irjen. Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., mengingatkan seluruh personel agar bijak dalam menggunakan media sosial atau bermedia sosial.

“Media sosial bila digunakan dengan benar, bisa membantu kita, namun jika tidak berhati-hati maka justru akan merugikan diri sendiri hingga Institusi, sampaikan juga kepada keluarga agar bisa bijak dalam bermedia sosial." tutupnya. 

 

(Dewi)

news
Social

Resmikan Jembatan Desa di Klaten, Puan: Tak Boleh Ada Wilayah di RI yang Terisolir

KLATEN - Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan Jembatan Gantung Girpasang di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Jembatan tersebut membuka akses untuk desa yang selama ini cukup terisolir.

Peresmian Jembatan Gantung Girpasang dilakukan Puan usai meresmikan Pasar Legi Solo, Kamis (20/1/2022). Peresmian turut dihadiri warga Desa Ngringin dan Desa Girpasang, Kelurahan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.

“Di atas kertas, mungkin Jembatan Gantung Girpasang terlihat sederhana, tetapi jembatan dengan panjang 120 meter ini menjadi simbol komitmen kita,” kata Puan saat meresmikan Jembatan Gantung Girpasang.

Jembatan Gantung Girpasang menghubungkan Desa Ngringin dan Desa Girpasang. Dusun Girpasang yang dihuni 12 keluarga dengan penduduk 34 jiwa ini sebelumnya merupakan desa terisolir yang dikelilingi oleh dua buah lembah yang biasa disebut jurang pakis.

Salah satu akses untuk keluar dari Dusun Girpasang harus dilalui dengan berjalan kaki berupa setapak naik-turun jurang yang kedalamannya sekitar 150 meter dengan 1.001 anak tangga. Sebelum terbangunnya jembatan ini, masyarakat Girpasang memanfaatkan alat transportasi berupa gondola sederhana dengan alat penariknya adalah mesin motor yang diperuntukkan sebagai alat  pengangkut pakan ternak maupun hasil bumi penduduk setempat.

Oleh karena itu, Puan menilai peresmian Jembatan Gantung Girpasang sebagai simbol komitmen bersama. “Komitmen bahwa di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak boleh ada desa atau wilayah yang terisolir, termasuk Desa Girpasang,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Karena itu DPR RI akan terus mendukung dan mendorong Pemerintah Pusat maupun daerah agar memerhatikan dan segera menghadirkan solusi bagi wilayah-wilayah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang masih terisolir,” tambah Puan.

Pada awal tahun 2021, warga Kelurahan Tegalmulyo secara swadaya telah menambah 1 gondola yang lebih untuk difungsikan sebagai alat angkut orang, termasuk wisatawan. Puan menilai, masyarakat setempat harus memanfaatkan Jembatan Gantung Girpasang untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Jembatan Gantung Girpasang ini Alhamdulillah bukan hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga sudah mulai mampu menarik wisatawan. Momentum ini perlu dimaksimalkan dengan membangun wilayah sekitar agar menjadi tempat wisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal,” paparnya.

Puan meminta Pemerintah Daerah melibatkan masyarakat sekitar agar menjadi pelaku aktif dalam pengembangan pariwisata di daerah lereng Gunung Merapi itu. Bisa dalam bentuk membangun dan mengelola tempat makan-minum yang memanfaatkan keindahan pemandangan di lokasi tersebut.
 
“Bahkan bisa juga dengan mendirikan tempat-tempat penginapan yang bernuansa alam, sehingga di sini bisa menjadi salah satu tempat green tourism atau wisata yang ramah lingkungan,” ujar Puan.

Dengan dibangkitkannya kegiatan wisata alam  di wilayah Tegalmulyo, diharapkan ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Puan juga meminta masyarakat agar selalu menjaga Jembatan Gantung Girpasang.

“Mari kita jadikan peresmian Jembatan Gantung Girpasang sebagai momentum untuk membangkitkan kesejahteraan masyarakat Desa Girpasang, dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang masih memiliki wilayah terisolir,” tutur Cucu Proklamator Bung Karno itu.

Puan pun menandatangani prasasti Jembatan Gantung Girpasang. Usai peresmian, ia juga mengatar warga Dusun Girpasang dengan menyusuri jembatan sepanjang 120 meter di tengah rintik hujan.

Warga yang berjalan kaki bersama Puan, mengucapkan terima kasih. Sebab berkat adanya jembatan itu, mereka tidak lagi harus berjalan kaki turun naik jurang untuk menuju kota.

Di Dusun Girpasang, Puan menyambangi rumah tetua kampung bernama Panto. Di sana, Puan berdialog bersama warga penghuni desa tersebut.

“Jaga jembatannya. Patuhi aturan agar tidak membahayakan. Misalnya kapasitas jembatan 50 orang, ya patuhi. Apalagi jembatan ini banyak dikunjungi wisatawan,” pesan Puan.

Sementara itu, Panto sebagai orang yang dihormati di Dusun Girpasang mendoakan agar Puan selalu sehat dan sukses dalam menjalankan tugas.

Setelah bertemu warga Girpasang, Puan lalu menyempatkan untuk menikmati teh hangat, tempe mendoan, dan durian khas Kemalang yang cukup ternama di sebuah kedai yang berada di Desa Ngringin. Kedai yang terletak di pinggir tebing Gunung Merapi itu merupakan destinasi favorit wisatawan karena di depannya tampak jelas pemandangan puncak Merapi. 

Dalam kesempatan tersebut, Puan didampingi sejumlah Anggota DPR. Selain itu ada pula Bupati Klaten Sri Mulyani, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, dan perwakilan dari Kementerian PUPR.


(Yustinus Tenung)

news
P. Raya

Patroli Rutin, Kapal Polairud Sambangi pelabuhan Dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

SAMPIT - Kapal Polisi (KP) XVIII - 2006 dibawah naungan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalteng khususnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya kota Sampit laksanakan patroli rutin, Kamis (20/01/2022) siang.

Kegiatan ini dilakukan oleh crew KP. Pol XVIII - 2006 dan dipimpin langsung oleh Komandan KP. Pol XVIII-2006 Bripka Choirul Mahfud. Adapun yang menjadi tempat patroli dialogis tersebut diantaranya adalah pelabuhan pelindo III cabang Sampit dan kapal-kapal yang lego jangkar menunggu antrian muatan.

Dirpolairud Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Edward Indharmawan Eka Candra, S.I.K., M.H. saat dikonfirmasi melalui Komandan KP. Pol XVIII - 2006 Bripka Choirul Mahfud mengatakan bahwa giat tersebut sebagai langkah Preventif untuk mencegah timbulnya hal-hal yang tidak di inginkan di wilayah hukum daerah aliran sungai mentaya kegiatan tersebut berjalan lancar dan situasi Aman terkendali.

Pesan Kamtibmas yang disampaikan agar selalu tetap waspada dengan adanya penyebaran virus corona (Covid 19) dan selalu mengikuti Protokol Kesehatan yang di ajurkan Pemeritah Pusat dan selalu menjaga jarak dengan yang lainnya.

” Waspada tindakan kejahatan dari orang-orang yang mencurigakan dan premanisme serta selalu tetap berkordinasi dengan Kapal Polisi XVIII - 2006. “Kata Bripka Choirul Mahfud.

(Mela)

 

 

news
Social

Tahun 2022, Menteri PUPR, Basuki: Tingkatkan Kualitas Hunian Siapkan Anggaran Rp5,1 Triliun Di Sektor Perumahan

JAKARTA - “Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan terus meningkatkan akses hunian layak melalui sejumlah program pembangunan perumahan utamanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami ingin masyarakat mendapatkan hunian layak dan berkualitas terutama bagi perumahan dengan fasilitas bantuan pembiayaan dari Pemerintah. Masyarakat harus mendapatkan kualitas rumah sesuai haknya, dan pengembang tentunya juga harus memenuhi kewajibannya.” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari laman resmi Kemen PUPR, Jakarta, Selasa, 11 Januari 2022.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, sejumlah program pembangunan perumahan yang akan dilaksanakan antara lain membangun rumah khusus, rumah susun, peningkatan kualitas rumah swadaya milik MBR yang belum memenuhi standar layak huni, serta penyaluran bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk rumah MBR.

“Berdasarkan RPJMN 2020-2024, Pemerintah bersama stakeholders bidang perumahan bekerja keras memastikan 70 persen rumah tangga di Indonesia menghuni rumah layak melalui penyediaan sekitar 11 juta unit rumah” kata Iwan.

Dikatakan Iwan, pada Tahun 2022 Ditjen Perumahan mendapat alokasi anggaran sejumlah Rp5,1 Triliun. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menyediakan Adapun target pembangunan 1.823 unit rumah khusus, 5.141 unit rumah susun, penanganan 87.500 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik MBR, dan penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) untuk melayani 20.500 unit rumah milik MBR.

Untuk memastikan hal tersebut, Iwan mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, pengembang perumahan, perbankan, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan hunian layak untuk masyarakat.

“Kami berharap tahun 2022 ini para pegawai bisa menerapkan, serta menjaga spirit dan militansi Kementerian PUPR dalam menjalankan tugas sehari hari. Kami juga siap menggandeng seluruh mitra kerja bidang perumahan untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada agar masyarakat Indonesia bisa menempati rumah yang layak huni,” tutur Iwan.

Lebih lanjut, Iwan menerangkan, pihaknya akan tetap memperhatikan kualitas dan estetika bangunan perumahan yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan.

“Hal itu diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Program Sejuta Rumah sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan perumahan yang berkualitas dan layak huni serta nyaman untuk ditempati,” ujar Iwan.


(kemen PUPR/Tinus)