Berita Lain
news
Kalteng

Plt Sekda Kalteng: Penurunan APBD 2026 Dorong Fokus Belanja pada Pelayanan Publik dan Proyek Strategis

​​​​​​Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menjelaskan bahwa penurunan APBD tahun 2026 berdampak langsung pada penyesuaian belanja daerah.

Menurutnya, belanja rutin dan nonprioritas otomatis dikurangi, sementara anggaran difokuskan pada sektor-sektor yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, seperti pelayanan publik dan proyek strategis.

“Otomatis belanja rutin dan nonprioritas dikurangi, kemudian difokuskan pada pelayanan publik dan proyek strategis,” jelas Leonard S. Ampung. Senin (12/1/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan keterbatasan anggaran tidak menghambat pembangunan esensial dan peningkatan kualitas layanan pemerintah. Dengan pengelolaan yang lebih selektif, Pemprov Kalteng berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan serta manfaat nyata bagi masyarakat.

(Deddy)

news
Kalteng

Penurunan APBD 2026, Pemprov Kalteng Terapkan Pembangunan Berbasis Prioritas dan Efisiensi

​​​​​​Palangka Raya – Penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 berdampak langsung pada terbatasnya ruang gerak keuangan daerah. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk lebih selektif dalam menyusun dan melaksanakan program pembangunan. Senin (12/1/2026).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang efisien, terukur, dan berbasis prioritas agar pembangunan tetap berjalan optimal dan pelayanan publik tidak terganggu. Setiap program yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di sektor-sektor yang menjadi kebutuhan utama dan prioritas pembangunan daerah.

Dengan pendekatan ini, Pemprov Kalteng berupaya memastikan meski anggaran terbatas, pembangunan tetap berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

(Deddy)

news
Kalteng

APBD Kalteng 2026 Turun Tajam, Ruang Fiskal Pemerintah Kian Terbatas

​​​​​​Palangka Raya – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mencapai 34,71 persen dan berdampak langsung pada semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah. Senin (12/1/2026).

Berdasarkan data Dinas Komunikasi, Persandian, Informatika, dan Statistik (Diskominfosantik), APBD Kalteng pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp8,3 triliun. Namun, pada tahun anggaran 2026 jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar Rp5,4 triliun.

Kondisi ini menuntut Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk lebih cermat dan selektif dalam menyusun kebijakan anggaran. Setiap program dan kegiatan dituntut memiliki skala prioritas yang jelas serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan keterbatasan fiskal tersebut, Pemprov Kalteng diharapkan mampu memperkuat efisiensi belanja, meningkatkan efektivitas program, serta menjaga kesinambungan pembangunan agar tetap sejalan dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat luas.

(Deddy)

news
Kalteng

APBD Menurun, Plt Sekda Kalteng Tekankan Pembangunan Berbasis Prioritas dan Dampak Nyata

​​​​​Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menegaskan bahwa penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menuntut pemerintah daerah untuk menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas secara lebih ketat dalam setiap program pembangunan.

Leonard menyampaikan, kondisi fiskal tersebut menjadi tantangan sekaligus pengingat agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan benar-benar berorientasi pada kebutuhan prioritas masyarakat. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata dan terukur bagi kesejahteraan publik.

“Pembangunan harus benar-benar dilakukan berdasarkan prioritas. Belanja-belanja yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat harus dipilah,” ujarnya usai kegiatan di Kantor Perwakilan BPK RI Palangka Raya, Senin (12/1/2026).

Ia menambahkan, optimalisasi anggaran tidak berarti mengurangi kualitas pelayanan publik, melainkan memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan sejalan dengan visi pembangunan daerah. Leonard juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan.

Dengan pengelolaan anggaran yang disiplin dan akuntabel, Plt Sekda optimistis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap mampu menjaga kesinambungan pembangunan, meski di tengah keterbatasan fiskal, demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang berdaya saing dan sejahtera.

(Deddy)